22-24 September 2026
ICE, BSD City, Jakarta, Indonesia
22-24 September 2026
ICE, BSD City, Jakarta, Indonesia
Rabu, 10 Juni 2026
15.00 - 16.00 (GMT+8)
Pembicara

Mathieu Geze
Direktur Utama
Indonesia, HDF Energy

Arjan van den Broek
Wakil Presiden Eksekutif, Direktur Proyek & Penasihat untuk Dekarbonisasi Map Ta Phut
Global Power Synergy Public Company Limited

Dr Deven Chhaya
Mitra, KPMG
Gangguan yang terjadi belakangan ini di pasar energi global kembali memberikan tekanan pada rantai pasokan bahan bakar, penetapan harga, dan kepercayaan investor.
Bagi Asia Tenggara, di mana banyak sistem kelistrikan masih terpapar—baik secara langsung maupun tidak langsung—terhadap gejolak harga bahan bakar dan rantai pasokan global, perkembangan ini bukan lagi sekadar risiko yang jauh. Perkembangan tersebut mulai memengaruhi pengambilan keputusan terkait perencanaan sistem, pengadaan bahan bakar, struktur tarif, serta jalur transisi jangka panjang.
Webinar Enlit Asia 365 ini akan menghadirkan para pakar senior dari industri, perusahaan utilitas, dan pasar untuk mengkaji dampak tekanan-tekanan tersebut terhadap sistem kelistrikan ASEAN. Diskusi ini akan berfokus pada implikasinya terhadap keamanan energi, keterjangkauan, keandalan, dan ketahanan regional.
Sesi ini akan membahas bagaimana perusahaan utilitas, pengembang, investor, dan pembuat kebijakan sedang mengevaluasi kembali asumsi-asumsi perencanaan sebagai respons terhadap ketidakpastian saat ini. Sesi ini juga akan mengkaji bagaimana langkah-langkah jangka pendek untuk menjamin pasokan energi dapat memengaruhi jalur transisi energi jangka panjang di kawasan ini.
Topik Diskusi
Keandalan & Kapasitas Perusahaan
Peran apa yang seharusnya dimainkan oleh gas, batu bara, penyimpanan energi, dan pembangkit listrik fleksibel dalam menjaga keandalan pasokan listrik?
Bagaimana risiko pasokan bahan bakar, fluktuasi harga, dan tekanan subsidi memengaruhi pasar listrik ASEAN?
Ketahanan Regional & Jalur Transisi
Apakah tekanan saat ini dapat mempercepat pengembangan energi terbarukan di dalam negeri, perdagangan listrik regional, dan koordinasi ASEAN yang lebih erat?
