Pembangkit Listrik Tenaga Panas dan Tenaga Listrik
Transisi energi di Asia Tenggara berlangsung seiring dengan pertumbuhan permintaan listrik yang pesat dan meningkatnya harapan akan ketahanan energi. Di Indonesia saja, RUPTL yang baru memaparkan rencana penambahan kapasitas pembangkit baru sebesar sekitar 69,5 GW, termasuk target 42,6 GW dari sumber energi terbarukan dan 10,3 GW dari pembangkit berbahan bakar gas untuk mendukung keandalan sistem seiring dengan perkembangan bauran pembangkit.
Bagi perusahaan utilitas dan pengembang di seluruh kawasan ini, tantangannya bukan sekadar menggantikan bahan bakar fosil, melainkan merancang portofolio pembangkit listrik yang mampu menyediakan listrik yang andal, terjangkau, dan beremisi rendah dalam skala besar.

)
)
)