Muchtazar -
Muchtazar adalah seorang profesional di bidang keberlanjutan yang telah meraih berbagai penghargaan, dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam memimpin integrasi ESG serta inisiatif komunitas di berbagai sektor, antara lain sektor industri, barang konsumsi, dan sumber daya alam di Indonesia.
Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Keberlanjutan di Nickel Industries Limited, salah satu produsen nikel terbesar di dunia, dan duduk sebagai anggota Dewan Pengurus Nickel Industries Foundation, lembaga khusus perusahaan yang berfokus pada dampak sosial dan pengembangan masyarakat. Dengan pengalaman bertahun-tahun di sektor swasta, Muchtazar telah memimpin implementasi kerangka kerja ESG, pelaporan keberlanjutan, dan keterlibatan pemangku kepentingan di berbagai operasi yang kompleks di Indonesia. Kinerjanya menjembatani tanggung jawab korporat, pelaporan publik, dan dampak di lapangan—sehingga memberikan nilai bagi investor, pelanggan, dan masyarakat setempat.
Sebagai pengakuan atas kontribusinya, Muchtazar dinobatkan sebagai SDG Pioneer oleh United Nations Global Compact pada tahun 2019, dan menjadi orang Indonesia kedua dalam sejarah yang menerima penghargaan ini. Beliau kemudian diakui sebagai ESG Champion oleh Natural Resources Forum (2022) dan masuk dalam daftar Under 40 Sustainability Stars pada acara ESG World Summit & GRIT Awards 2023. Beliau juga telah mewakili Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk Sidang Umum PBB, Konferensi Iklim PBB (COP), KTT Khusus ASEAN–Australia, dan One Young World, di mana beliau secara konsisten memperjuangkan peran negara-negara berkembang dalam tata kelola global dan produksi yang bertanggung jawab.
Latar belakang akademis Muchtazar—gelar Sarjana Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan gelar Magister Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia—menjadi landasan kemampuannya dalam memadukan ketelitian teknis dengan visi strategis. Latar belakang ini memberinya kemampuan untuk beroperasi di titik temu antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan bisnis, sehingga memungkinkan integrasi ESG yang praktis di berbagai sektor.
Saat ini, ia terus memimpin dan memengaruhi pemikiran ESG, bukan sekadar sebagai fungsi kepatuhan, melainkan sebagai pendorong strategis untuk membangun masa depan yang lebih adil, berkelanjutan, dan kompetitif secara global.

)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)