ADB Akan Menggalang Dana Sebesar $30 Miliar hingga Tahun 2030 untuk Mendukung Negara-Negara ASEAN
Bank Pembangunan Asia (ADB) hari ini mengumumkan akan menggalang dana sebesar $30 miliar hingga tahun 2030 untuk membantu Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mewujudkan prioritas pembangunan jangka panjang dan menghadapi guncangan eksternal. Presiden ADB Masato Kanda mengumumkan komitmen tersebut saat menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, di mana para pemimpin ASEAN menyambut baik kemitraan jangka panjang ADB dengan blok tersebut serta perannya sebagai bank utama kawasan. Kanda menghadiri KTT yang dipimpin oleh Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. tersebut sebagai Tamu Ketua.
"ASEAN memiliki prioritas yang jelas dan ambisi yang kuat, namun tantangan saat ini adalah mewujudkan hal tersebut, terutama karena kawasan ini sedang menghadapi periode krisis yang bertumpuk, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga guncangan ekonomi," kata Bapak Kanda. “Sebagai bank utama di kawasan ini, ADB mengalirkan pembiayaan, keahlian, serta portofolio investasi sektor publik dan swasta senilai $30 miliar untuk secara langsung mendukung prioritas ASEAN dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di seluruh kawasan."
Untuk membangun ketahanan jangka panjang, komitmen ADB senilai $30 miliar akan difokuskan pada lima inisiatif unggulan regional. Paket pendanaan tersebut mencakup $6 miliar untuk memperkuat pasar modal dan $5 miliar untuk mempercepat pembangunan Jaringan Listrik ASEAN, yang merupakan bagian dari dukungan ADB yang telah diumumkan sebelumnya sebesar hingga $10 miliar untuk jaringan tersebut hingga tahun 2035. Paket ini juga menggalang investasi guna meningkatkan kesiapan dalam bidang kecerdasan buatan, mendorong ekonomi biru, serta memperkuat ketahanan sungai.
“ASEAN menyambut baik komitmen ADB yang semakin kuat terhadap kawasan kami dan masyarakatnya. Kemitraan bersejarah ini, serta janji ADB untuk menggalang dana sebesar $30 miliar hingga tahun 2030, mengirimkan sinyal yang kuat mengenai kepercayaan terhadap visi ASEAN dan kemampuannya untuk mewujudkan hal tersebut. Kami menantikan kerja sama yang erat dengan ADB, sebagai mitra tepercaya kami, untuk mewujudkan komitmen ini menjadi hasil yang nyata. Bersama-sama, kita dapat mempercepat kemajuan dalam prioritas bersama kita; mulai dari konektivitas energi dan ketahanan iklim hingga pertumbuhan inklusif bagi seluruh rakyat kita,” kata Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn.
Dalam pidatonya yang ditujukan langsung kepada para Pemimpin ASEAN, Bapak Kanda membahas gangguan ekonomi global yang terjadi saat ini akibat konflik di Timur Tengah, serta menegaskan kesiapan ADB untuk membantu kawasan ini mengatasi dampak lanjutan yang memengaruhi rantai pasokan. Untuk menstabilkan perekonomian yang berada di bawah tekanan fiskal, ADB memberikan dukungan anggaran yang dapat dicairkan dengan cepat dan telah mengaktifkan kembali, untuk sementara waktu, dukungan bagi sektor swasta dalam impor minyak melalui Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan.
Sebelumnya, pada tanggal 7 Mei, Bapak Kanda menghadiri KTT Khusus BIMP-EAGA. Ia menegaskan kembali komitmen ADB terhadap Visi 2035 subkawasan tersebut dengan mendukung koridor ekonomi, memajukan Jaringan Listrik ASEAN, serta berinvestasi dalam ketahanan pangan dan perlindungan ekosistem laut guna menjaga mata pencaharian masyarakat.
Di sela-sela KTT tersebut, Bapak Kanda mengadakan beberapa pertemuan bilateral untuk memperkuat kemitraan ADB dengan para pemimpin dan lembaga-lembaga utama. Pertemuan tersebut mencakup pertemuan dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Sonexay Siphandone, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmão, Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung, dan Bapak Kao.
ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di seluruh kawasan Asia dan Pasifik. Bekerja sama dengan para anggotanya dan mitra-mitranya untuk mengatasi tantangan-tantangan kompleks secara bersama-sama, ADB memanfaatkan alat-alat keuangan inovatif dan kemitraan strategis guna mengubah kehidupan masyarakat, membangun infrastruktur berkualitas, dan melindungi planet kita. Didirikan pada tahun 1966, ADB dimiliki oleh 69 anggota—50 di antaranya berasal dari kawasan tersebut.
Sumber: Bank Pembangunan Asia (ADB), “ADB Akan Menggalang Dana Sebesar $30 Miliar hingga Tahun 2030 untuk Mendukung Negara-Negara ASEAN”

)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)